Lonjakan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, termasuk Bali, akhir-akhir ini tidak sejalan dengan tingkat hunian hotel yang ada. Salah satu penyebabnya adalah tingginya jumlah akomodasi ilegal yang semakin populer, terutama di kalangan wisatawan dengan anggaran terbatas.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran, menyoroti bahwa fenomena ini mencerminkan lemahnya pengawasan dari pemerintah sebagai regulator. Padahal, ada aturan perizinan usaha akomodasi yang sebenarnya sudah cukup jelas.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.












