Kementerian Keuangan Thailand memutuskan untuk mengajukan gugatan terhadap anak perusahaan mobil listrik asal China yang beroperasi di negaranya. Langkah ini diambil untuk merebut kembali subsidi lebih dari 2 miliar baht, setara dengan sekitar Rp1 triliun, yang telah diberikan semenjak tahun 2022.
Keputusan ini muncul karena pemerintah merasa bahwa perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan produksi lokal yang telah ditetapkan. Dalam upaya memulihkan dana yang disubsidi, kementerian juga mempertimbangkan penyitaan aset perusahaan tersebut.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.












