Dwi menyoroti banyaknya kasus kekerasan seksual yang pelakunya merupakan orang terdekat korban. Oleh sebab itu, pendidikan terkait consent atau perizinan atas tubuh diri sendiri menjadi pengenalan, penjagaan, dan perlawanan kekerasan seksual.
Dia memandang bahwa perlindungan anak dari kekerasan seksual bentuknya ekologis. Mulai dari ketika anak lahir, di sekolah, di lingkungan rumah tangga, hingga bermasyarakat dan bernegara. Sehingga perlindungan ini harus terlatih.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.










