Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang signifikan terkait penipuan digital, yang dipengaruhi oleh kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Fenomena ini membuat masyarakat semakin rentan menjadi korban aktivitas penipuan, terutama seiring dengan meningkatnya adopsi layanan keuangan digital.
Menurut pernyataan dari Indonesia Fintech Society (IFSoc), situasi ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan. Kesenjangan ini, jika tidak ditangani, dapat berkontribusi terhadap meningkatnya angka kasus penipuan yang merugikan banyak orang.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.











