Pada setiap akhir tahun, industri perbankan mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan. Permintaan uang tunai meningkat untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, termasuk pembayaran bonus natal dan akhir tahun bagi para karyawan. Dalam situasi keresahan ini, ada peluang bagi aksi kejahatan, termasuk perampokan yang terkenal di Jepang yang terjadi pada 10 Desember 1968.
Hari itu, Bank Nihon Shintaku tengah berjuang untuk mengirimkan uang tunai kepada beberapa nasabah penting, termasuk pabrik Toshiba yang terletak di pinggiran Tokyo. Jumlah uang yang perlu dikirimkan mencapai 300 juta yen, yang setara dengan sekitar US$ 10 juta atau Rp 166 miliar saat ini. Ini adalah momen krusial bagi bank dan para pegawai.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.












