Perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah menjadi perhatian masyarakat menjelang tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh variasi dalam kriteria penentuan hilal yang digunakan oleh berbagai pihak di Indonesia.
Dalam konteks ini, astronom Thomas Djamaluddin dari Pusat Riset Antariksa menyampaikan analisisnya mengenai posisi hilal menjelang awal puasa. Dia menjelaskan bahwa perbedaan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menimbulkan keraguan di kalangan umat.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.









