Dalam usaha menangani permasalahan kesehatan perempuan, perhatian khusus harus diberikan kepada kanker serviks yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Data menunjukkan bahwa tingginya insiden kanker serviks dapat diatasi melalui skrining dan vaksinasi yang tepat.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa sekitar 666 ribu perempuan telah menjalani diskrining, dan dari jumlah tersebut, 4 persen atau sekitar 23.882 perempuan terindikasi positif Human Papillomavirus (HPV). Ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memahami penyebaran penyakit ini di kalangan perempuan di Indonesia.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.









