Kasus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai super flu mengalami lonjakan signifikan di akhir tahun, terutama di kawasan Amerika dan Eropa. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli epidemiologi mengenai rendahnya tingkat vaksinasi influenza di seluruh dunia.
Menurut pernyataan dr. Dicky Budiman, seorang epidemiolog dari Griffith University Australia, satu masalah utama yang dihadapi dunia dalam menanggapi super flu adalah ketidakcukupan vaksin influenza. Berbagai faktor berkontribusi terhadap situasi ini, yang pada gilirannya dapat memperparah penyebaran virus tersebut.
Support authors and subscribe to content
This is premium stuff. Subscribe to read the entire article.










